https://jurnal.stpsantopetruska.ac.id/index.php/jpro/issue/feedJURNAL PROPHETA2025-12-31T11:30:53+00:00Paulus Pedro Langoday, S. Fil.pedjackyull@gmaill.comOpen Journal Systems<p><strong>PROPHETA (<a title="ISSN" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2301-4040" target="_blank" rel="noopener">P-ISSN: 23014040; </a><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/3063-6000">E-ISSN : 3063-6000)</a> </strong>adalah jurnal yang dikelola oleh STP St. Petrus Keuskupan Atambua.</p> <p data-start="177" data-end="522">Jurnal ini memuat artikel hasil penelitian, kajian ilmiah, maupun refleksi akademik di bidang pendidikan agama, kateketik, dan pastoral, dengan frekuensi terbit dua kali setahun, yakni pada bulan <strong>Juni </strong>dan <strong>Desember.</strong></p> <p data-start="641" data-end="1123">Jurnal Propheta pertama kali terbit dalam bentuk cetak pada tahun 2015 (Volume 1) dan berlanjut secara konsisten hingga Volume 6 pada tahun 2020. Mulai tahun 2021, Propheta juga tersedia dalam format online, dengan penomoran volume yang dilanjutkan dari Volume 7 untuk kedua format (cetak dan online).</p> <p data-start="1125" data-end="1410">Nama Propheta berasal dari bahasa Latin yang berarti <em data-start="1182" data-end="1188">nabi</em>. Istilah ini dipilih untuk menegaskan semangat jurnal dalam mengajak para penulis dan pembaca menjadi pribadi yang siap diutus oleh Allah: siap mengembangkan pendidikan agama, siap berkatekese, dan siap berpastoral.</p>https://jurnal.stpsantopetruska.ac.id/index.php/jpro/article/view/135UPAYA MENINGKATKAN KETERLIBATAN ORANG MUDA KATOLIK DALAM HIDUP MENGGEREJA DI LINGKUNGAN SANTO PAULUS PEUT’ANA PONU MELALUI METODE TAT2025-11-11T00:51:52+00:00Herkulana R. Lasilasiherku@gmail.comModesta Amsikanmodestaamsikan@gmail.comTheodorus Asa Siritheodorusasasiri@gmail.com<p>Keterlibatan Orang Muda Katolik (OMK) dalam kehidupan menggereja <br />memiliki peran penting bagi perkembangan Gereja. Namun, di Lingkungan Santo <br />Paulus Peut’ana Ponu, partisipasi OMK dalam kegiatan keagamaan masih rendah. <br />Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya peningkatan keterlibatan OMK <br />melalui penerapan Metode TAT (Teks–Amanat–Tanggapan) dalam katekese. <br />Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara dan observasi terhadap pastor <br />paroki, pengurus lingkungan, ketua KUB, dan 12 OMK. Hasil penelitian <br />menunjukkan bahwa penerapan Metode TAT mampu meningkatkan pemahaman <br />iman, rasa memiliki, dan partisipasi OMK dalam berbagai kegiatan gerejawi. <br />Metode ini memungkinkan proses katekese yang lebih interaktif, reflektif, dan <br />relevan dengan pengalaman hidup kaum muda. Dengan demikian, Metode TAT <br />dapat menjadi pendekatan efektif dalam meningkatkan keterlibatan OMK dalam <br />hidup menggereja.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 JURNAL PROPHETAhttps://jurnal.stpsantopetruska.ac.id/index.php/jpro/article/view/136RELEVANSI KEBIJAKSANAAN DAN NILAI RELASIONAL KITAB AMSAL BAGI TEOLOGI HIDUP MASA KINI2025-10-18T08:19:58+00:00Yanto Sandy Tjangystjang17766@gmailcomMayong Andreas Acinmayong66@gmail.com<p>Penelitian ini menganalisis relevansi kebijaksanaan dan nilai relasional dalam Kitab Amsal bagi pengembangan teologi hidup kontemporer. Di tengah krisis moral modernitas, hikmat biblika menawarkan paradigma alternatif yang memadukan rasionalitas dan iman, serta menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab. Dengan pendekatan teologis-biblika melalui metode literer dan hermeneutik kontekstual, kajian ini menafsirkan kebijaksanaan sebagai jalan kehidupan yang menuntun manusia pada kebenaran, keadilan, dan kasih. Hasil penelitian menunjukkan tiga dimensi utama kebijaksanaan dalam Amsal: praktis, relasional, dan teologis, yang berakar pada sikap takut akan Tuhan sebagai fondasi moral dan spiritual. Nilai kasih dan kehormatan menjadi pilar teologi relasional yang menegaskan martabat manusia dan memperkuat solidaritas sosial. Hikmat berperan sebagai etika relasional modern yang membimbing manusia hidup dengan integritas, berkomunikasi bijak, dan membangun relasi berlandaskan kasih. Implikasinya terhadap spiritualitas dan pendidikan iman signifikan, karena hikmat menumbuhkan karakter rohani yang matang dan membentuk proses pendidikan iman transformatif lintas generasi. Dengan demikian, kebijaksanaan dalam Amsal berfungsi bukan sekadar ajaran moral kuno, melainkan fondasi teologi hidup yang kontekstual dan relevan, menuntun umat beriman mewujudkan iman yang berakar pada Allah dan berbuah dalam kasih.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 JURNAL PROPHETAhttps://jurnal.stpsantopetruska.ac.id/index.php/jpro/article/view/137PENGARUH KECEMASAN AKADEMIK TERHADAP KETERLIBATAN BELAJAR PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS (SBK) DI SMA INKLUSI2025-11-10T05:56:28+00:00<p> Penelitian ini mengkaji pengaruh kecemasan akademik terhadap <br />keterlibatan belajar siswa berkebutuhan pendidikan khusus (SEN) yang mengikuti <br />sekolah menengah atas inklusif. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan <br />analisis regresi linear sederhana, penelitian ini melibatkan 85 siswa SEN dari dua <br />kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pengumpulan data <br />dilakukan menggunakan Academic Anxiety Scale yang dikembangkan oleh Mastour <br />et al. (2022) dan Student Engagement Scale oleh Appleton et al. (2006). Hasil <br />penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara <br />kecemasan akademik dan keterlibatan belajar (R = 0,522; R² = 0,277; p < 0,001), <br />dengan nilai F sebesar 31,859, melampaui ambang kritis (Ftabel = 3,96). <br />Menariknya, analisis menunjukkan korelasi positif, yang bertentangan dengan <br />hipotesis awal. Hasil yang tidak terduga ini menunjukkan kemungkinan adanya <br />pengaruh variabel moderasi atau mediasi, seperti ketahanan diri (resilience). <br />Penelitian ini memberikan implikasi penting untuk peningkatan strategi pengajaran <br />adaptif dan dukungan psikologis dalam lingkungan pendidikan inklusif.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 JURNAL PROPHETAhttps://jurnal.stpsantopetruska.ac.id/index.php/jpro/article/view/139DAMPAK KATEKESE DENGAN METODE BERCERITA TERHADAP PERKEMBANGAN IMAN ANAK DI KUB SANTO LUDOVIKUS - PAROKI SANTO ANTONIUS PADUA SASI 2025-11-13T02:35:15+00:00Patrisius Agustino Kofiisno5952@gmail.comModesta AmsikanModesta.amsikan@gmail.comTheodorus Asa Siritheodorusasasiri@gmail.com<p> Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak katekese dengan metode <br />bercerita terhadap perkembangan iman anak di KUB St. Ludovikus, Paroki St. <br />Antonius Padua Sasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis <br />deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari anak-anak di KUB St. Ludovikus, <br />ketua lingkungan St. Elisabeth Hungaria, ketua seksi bina iman anak, ketua KUB, <br />dan sejumlah orang tua. Metode bercerita dalam katekese terbukti efektif <br />menumbuhkan pengetahuan iman anak-anak Kristiani. Hasil penelitian <br />menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan respons positif anak-anak selama <br />kegiatan katekese, serta perubahan perilaku yang mencerminkan perkembangan <br />iman setelah mengikuti kegiatan tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya <br />metode bercerita sebagai strategi pengembangan iman anak.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 JURNAL PROPHETAhttps://jurnal.stpsantopetruska.ac.id/index.php/jpro/article/view/142ANALISIS TERHADAP PRAKTIK RITUS TANON LAL PAH TUAF MASYARAKAT KENSULAT DENGAN PENGAKUAN IMAN AKAN YESUS KRISTUS SEBAGAI JURUSELAMAT2025-11-17T04:58:37+00:00Frumentus Eko Taniekotani53@gmail.comPhilipus Benitius Metomlalametom@yahoo.co.idFrederikus Binsasifrederickbinsasi@yahoo.co.id<p> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis terhadap praktik ritus <br />Tanon Lal Pah Tuaf masyarakat Kensulat dengan pengakuan iman Kristen akan <br />Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan mengetahui hubungan antara ritus Tanon Lal <br />Pah Tuaf dengan pengakuan iman kristen akan Yesus Kristus sebagai <br />Juruselamat.Penelitian ini dilaksanakan di Kensulat, Kelurahan Kefamenanu Utara <br />2024 dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Adapun teknik <br />pengumpulan data dalam penelitian ini yakni peneliti menggunakan butir-butir <br />pertanyaan angket untuk mengukur data pada variabel penelitian. Berdasarkan hasil <br />yang diperoleh melalui penyebaran angket, maka dapat disimpulkan bahwa analisis <br />terhadap praktik ritus Tanon Lal Pah Tuaf masyarakat Kensulat dengan pengakuan <br />iman akan Yesus Kristus sebagai Juruselamat tidak memiliki hubungan.Walaupun <br />masyarakat Kensulat sangat menjunjung tinggi nilai kebudayaan, namun setelah <br />mereka mengerti dengan baik mengenai arti dari ritus Tanon Lal Pah Tuaf yang <br />sesungguhnya, masyarakat Kensulat selama ini telah salah mengartikan pengertian <br />dari Pah Tuaf. Pah Tuaf yang selama ini diyakini sebagai arwah leluhur adalah setan <br />yang kerapkali disebut sebagai Nijabu, ji jabu/Naija bu’uf yang selalu mengganggu <br />kehidupan masyarakat Kensulat.Dalam artian bahwa ritus yang dijalankan <br />masyarakat Kensulat yang seharusnya bertujuan untuk memohon rahmat <br />keselamatan dari Allah Bapa melalui perantaraan arwah para leluhur, justru <br />merupakan Nijabu, jijabu/Naija bu’uf. Maka menyadari bahwa keselamatan yang <br />sesungguhnya hanya melalui Yesus Kristus, mereka mulai sadar akan <br />ketidakbenaran ritus yang telah mereka jalankan selama ini. Dan bukan hanya itu <br />saja, masyarakat Kensulat juga akan meninggalkan ritus Tanon Lal Pah Tuaf yang <br />mereka jalankan selama ini dan meneguhkan iman mereka kepada Yesus Kristus <br />sebagai Juruselamat sebab hanya Dialah jalan satu-satunya menuju keselamatan.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 JURNAL PROPHETA