Pluralisme Agama di Indonesia dan Tantangannya Serta Pandangan Gereja Katolik Tentang Pluralitas Agama

Penulis

  • Marianus Sesfao
  • Gaudensius Nabu

Kata Kunci:

Plurality, diversity, relationship in Bhineka Tunggal Ika

Abstrak

Indonesia has a motto Bhineka Tunggal Ika. It means unity in diversity. This
motto binds all of Indonesian people to not to discriminate one nation from another,
including race, skin color, religion, language, etc. The proper attitude in plurality is to
respect and to appreciate one another. To respect and to appreciate are social basic
attitudes that relevant in every encounter and togetherness with the others. Without
these attitudes, our lives will be so vapid and full of social tensions because each person
just to prioritize his/her own interests and neglect even spoil the others’ interests.
Respect and appreciation are shown by the act of recognition that there are the others
who need to be noticed beside ourselves. Fraternity is a gift. This gift is a graceful life
that makes us become Jesus’ brothers and sisters in the family of God. It is because faith
and love, not because of blood relationship, feeling and the descendant. Bhineka
Tunggal Ika: a lot gifts but one Spirit.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Dokumen Gereja

Konsili Vatikan II, Konstitusi Pastoral Tentang Gereja di Dunia Dewasa Ini

“Gaudium Et Spes”, (7 Desember 1965) dalam R. Hardawiryana, Jakarta:

Obor, 1993.

Konsili Vatikan II, Pernyataan Tentang Hubungan Gereja dengan Agama-Agama

Bukan Kristiani “Nostra Aetate”, (28 Oktober 1965) dalam R.

Hardawiryana, Jakarta: Obor, 1993.

Buku-buku

Coward., Harold., 1989 “Pluralisme, Tantangan Bagi Agama-Agama”, Yogyakarta:

Kanisius.

Effendi., Djohan., 1999, “Menggalang Persatuan Indonesia Baru (Sudut Pandang

Tokoh Mayarakat, Pemuka Agama dan Kepercayaan)”, Jakarta: Komisi

PSE-KWI.

Gea, Antonius Atasokhi, dkk. 2002, “Relasi dengan Sesama”, Jakarta: PT. Gramedia.

Go, Piet., 1999, “Hidup Dalam Persaudaraan Sejati” dalam “Menggalang Persatuan

Indonesia baru”, Jakarta: Sekretariat Komisi PSE.

Ma’arif, Syamsul., 2005, “Pendidikan Pluralisme Di Indonesia”, Yogyakarta: Logung

Pustaka.

Nakulianto., 2001, “Mencairkan Sikap-Sikap Eksklusivisme Kalangan Tokoh-Tokoh

Organisasi Keagamaan Pemuda” dalam “Mereduksi Eskalasi Konflik

Antarumat Beragama Di Indonesia”., Jakarta: Badan Litbang Agama dan

Diklat Keagamaan.

Internet

Laitul., Maulidia

“Pluralitas Agama di

Indonesia” dalam

https://www.kompasiana.com, diakses pada 3 Juni 2021 pukul 19.35.

Diterbitkan

2022-11-24

Cara Mengutip

Sesfao, M., & Nabu, G. (2022). Pluralisme Agama di Indonesia dan Tantangannya Serta Pandangan Gereja Katolik Tentang Pluralitas Agama. JURNAL PROPHETA, 7(2), 99-117. Diambil dari https://jurnal.stpsantopetruska.ac.id/index.php/jpro/article/view/85