ANALISIS TERHADAP PRAKTIK RITUS TANON LAL PAH TUAF MASYARAKAT KENSULAT DENGAN PENGAKUAN IMAN AKAN YESUS KRISTUS SEBAGAI JURUSELAMAT
Tanon Lal Pah Tuaf
DOI:
https://doi.org/10.61717/jpro.v11i02.142Kata Kunci:
Ritus Tanon Lal Pah Tuaf, Yesus Kristus, JuruselamatAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis terhadap praktik ritus
Tanon Lal Pah Tuaf masyarakat Kensulat dengan pengakuan iman Kristen akan
Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan mengetahui hubungan antara ritus Tanon Lal
Pah Tuaf dengan pengakuan iman kristen akan Yesus Kristus sebagai
Juruselamat.Penelitian ini dilaksanakan di Kensulat, Kelurahan Kefamenanu Utara
2024 dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Adapun teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini yakni peneliti menggunakan butir-butir
pertanyaan angket untuk mengukur data pada variabel penelitian. Berdasarkan hasil
yang diperoleh melalui penyebaran angket, maka dapat disimpulkan bahwa analisis
terhadap praktik ritus Tanon Lal Pah Tuaf masyarakat Kensulat dengan pengakuan
iman akan Yesus Kristus sebagai Juruselamat tidak memiliki hubungan.Walaupun
masyarakat Kensulat sangat menjunjung tinggi nilai kebudayaan, namun setelah
mereka mengerti dengan baik mengenai arti dari ritus Tanon Lal Pah Tuaf yang
sesungguhnya, masyarakat Kensulat selama ini telah salah mengartikan pengertian
dari Pah Tuaf. Pah Tuaf yang selama ini diyakini sebagai arwah leluhur adalah setan
yang kerapkali disebut sebagai Nijabu, ji jabu/Naija bu’uf yang selalu mengganggu
kehidupan masyarakat Kensulat.Dalam artian bahwa ritus yang dijalankan
masyarakat Kensulat yang seharusnya bertujuan untuk memohon rahmat
keselamatan dari Allah Bapa melalui perantaraan arwah para leluhur, justru
merupakan Nijabu, jijabu/Naija bu’uf. Maka menyadari bahwa keselamatan yang
sesungguhnya hanya melalui Yesus Kristus, mereka mulai sadar akan
ketidakbenaran ritus yang telah mereka jalankan selama ini. Dan bukan hanya itu
saja, masyarakat Kensulat juga akan meninggalkan ritus Tanon Lal Pah Tuaf yang
mereka jalankan selama ini dan meneguhkan iman mereka kepada Yesus Kristus
sebagai Juruselamat sebab hanya Dialah jalan satu-satunya menuju keselamatan.
Unduhan
Referensi
Anggorah, T. (2008). Metode penelitian. Jakarta: Universitas Terbuka.
Bele, A. (2011). Nurani orang Buna; Spiritual capital dalam pembangunan. Kupang: Penerbit
Gita Kasih.
Bele, F. M. (2024). Peranan wali baptis dalam meningkatkan kecerdasan spiritual anak-anak
Katolik di Stasi Ninma Paroki Kristus Raja Seon. Jurnal Propheta, 12(1).
https://doi.org/10.61717/p.v12i1.115
Keesing, R. M. (1992). Antropologi budaya: Suatu perspektif kontemporer (Jilid 2; W. A. R.
G. Soekadijo, Trans.). Jakarta: Erlangga. (Original work published 1992)
Koentjaraningrat. (1996). Pengantar antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Kolo, F. M. R., Sesfao, M., & Aek Klau, Y. (2025). Moderasi beragama dan relevansinya bagi
kehidupan iman orang muda Katolik di Paroki Santa Maria Ratu Oeolo. Jurnal
Propheta,?11(1), 34–53. https://doi.org/10.61717/p.v14i1.132
Liliweri, A. (2001). Gatra-gatra komunitas antar budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ridwan. (2014). Pengantar statistika sosial. Bandung: Alfabeta.
Sarinah. (n.d.). Ilmu sosial budaya dasar. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Setyawan, F. S. B. (2012). Buku panduan guru pendidikan agama Katolik dan budi pekerti
untuk SMA/SMK kelas X. Jakarta Pusat: Pusat Penelitian dan Perbukuan, Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Si
Tefa, M. R., Siri, T. A., & Binsasi, F. (2024). Memaknai ritual Tasaeb Banu dalam perspektif
Laudato
di
Desa
Noepesu.
https://doi.org/10.61717/p.v13i2.126
Jurnal
Timotius Kolo. (2023, Maret 23). Wawancara pribadi.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2025 JURNAL PROPHETA

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
PROPHETA: Jurnal Pendidikan dan Kateketik Pastoral